Merawat Lingkungan Hidup dan Mencegah Kebakaran Hutan

Kita hidup di muka bumi ini yang dipenuhi akan lautan luas dan beberapa benua. Di atas benua – benua yang besar dan membentang luas ini tumbuh berbagai macam tumbuhan, termasuk yang dominan adalah tumbuhan hijau yang begitu banyak sampai – sampai dilihat dari satelit pun benua kita terlihat begitu hijau sekali. Tidak hanya tumbuhan, namun juga ada berbagai macam makhluk hidup lain, termasuk kita sebagai manusia.

Kita hidup sebagai manusia berdampingan dengan para penghuni bumi lainnya, yang terdiri dari lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan biotik diisi dengan makhluk hidup yang ada di bumi, seperti tumbuhan dan hewan. Sedang untuk lingkungan abiotik seperti air, pasir, gunung, tanah, batu, dan berbagai macam benda mati lainnya. Lingkungan hidup atau lingkungan abiotik ini seringkali menjadi mendapatkan banyak sekali ancaman. Ancaman itu tidak lain berasal dari manusia, yaitu golongan kita sendiri. Tahukah bahwa saudara – saudara kita sebagai pelakunya dari berbagai kerusakan – kerusakan dari lingkungan hidup yang ada di bumi? Bahkan sadar tidakkah bahwa kita juga ikut merusak lingkungan hidup di sekitar kita?

Berbagai kerusakan lingkungan hidup seperti kebakaran hutan, penggundulan hutan secara liar, pembantaian terhadap satwa – satwa hingga punah, dan masih banyak lagi. Perlu diketahui, bahwa jika lingkungan hidup kita rusak, maka kita sendiri yang akan rugi. Kita akan menderita berbagai kerugian dan kesakitan akibat ulah yang disebabkan oleh kita.

Untuk itu, disini kita akan memberikan sedikit tips bagaimana cara mudah merawat lingkungan hidup di sekitar kita dan mencegah kebakaran hutan.

Tips Merawat Lingkungan Hidup

 

  1. Gunakan selalu barang – barang hasil daur ulang

Yang pertama hadir dari diri kita masing – masing. Yaitu menggunakan berbagai macam barang hasil daur ulang. Mulai dri kertas, jangan menggunakan kertas yang baru namun gunakan hasil kertas daur ulang. Mengapa? Jika kita menggunakan kertas baru, sama dengan kita mendukung pada penebangan hutan – hutan baru, dan jika kebutuhan kertas baru tinggi sama dengan penebangan hutan akan semakin besar dan liar.

Barang Daur Ulang

Lalu ada juga plastik, gunakan pula plastik yang hasil daur ulang. Kita tahu bahwa plastik adalah bahan yang sulit sekali untuk didaur ulang. Butuh minimal 1000 tahun untuk mendaur ulang. Apa kita dan anak cucu kita bisa hidup dalam selama itu? Tentu tidak.
Dan begitu juga dengan bahan – bahan lainnya yang kita gunakan sehari – hari.

 

  1. Hindari api saat berada di hutan

Saat kita berada di hutan, entah untuk tujuan wisata seperti pramuka dan jelajah hutan, mendaki gunung, dan lainnya dan juga dalam urusan – urusan lain seperti membuka lahan industri baru. Mohon untuk tidak menggunakan api, apalagi kita ini berada di era penuh teknologi yang tidak perlu api lagi sebagai pencahayaan namun bisa menggunakan lampu.

Kebakaran Hutan

Jika untuk urusan api unggun, pilihlah tempat terbuka di hutan yang cukup luas, agar nantinya api tidak sampai mengenai pohon. Jika akan tidur atau selesai, maka matikan jangan dibiarkan karena bisa saja angin meniupnya hingga hutan terbakar.

 

Untuk pembukaan lahan industri baru, hindari membakar hutan. Tidakkah kita lihat kasus kebakaran hutan di Sumatera yang tidak hanya merugikan kesehatan manusia, namun juga berbagai bidang lain? Pabrik tutup sementara, sekolah tutup dan semuanya hanya bisa berdoa dan tinggal di rumah.

 

  1. Lakukan penebangan hutan terkontrol

Janganlah kita melakukan penebangan hutan secara liar. Maksudnya jangan kita menebang hutan seasal saja karena permintaan kebutuhan kertas yang tinggi, atau kebutuhan lainnya, lalu menebang hutan seluas – luasnya. Dan juga, tidak memperhatikan yang namanya reboisasi. Jika kita mencabut namun tidak menanam, apa yang terjadi jika semua hutan sudah gundul tidak ada lagi pohon – pohon? Yang terjadi adalah bencana dan kerugian. Untuk itulah harus terkontrol, reboisasi dilakukan sama dengan jumlah hutan yang digundul.

 Penebangan Hutan Terkontrol

  1. Jangan memburu satwa secara besar – besaran

Dan juga, jangan kita lakukan perburuan terhadap hewan secara liar dan besar – besaran. Sama seperti penggundulan hutan, hewan juga akan punah populasinya jika tanpa adanya perkembangbiakkan. Kita boleh saja memburunya, namun juga lihat jumlah penangkarannya. Sehingga, jumlah hewan tidak malah menurun keberadaannya di bumi ini.

Pembukaan lahan baru dan hilangnya tempat tinggal juga perlu diperhatikan karena hewan akhirnya mati karena tidak punya lagi tempat tinggal yang sesuai dengan kondisinya.

 Berburu satwa berlebihan

Mari bersama kita terapkan sedikit tips diatas. Tak lain hanya untuk merawat lingkungan hidup dan mencegah kebakaran hutan. Dengan demikian, lingkungan hidup tetap terjaga kelestariannya, dan anak cucu kita nanti tetap bisa menikmati hidup indah di bumi dengan damai, hidup sehat, dan terus membudayakan hidup dengan merawat lingkungan hidup. Semua itu tak lain berdampak pada kehidupan kita sebagai manusia. Mari kita selamatkan lingkungan hidup dimulai dari hal – hal kecil untuk merawat lingkungan hidup. Sekian, semoga artikel ini bermanfaat.

Kelanjutan Kisah Julia Butterfly Hill untuk Lingkungan Sekarang

Pada situs online terpercaya sebelumnya kita telah membahas artikel tentang kisah perjudian and perjuangan Julia Butterfly Hill. Julia Butterfly Hill yang ingin menyelamatkan sebuah pohon Sequoia berusia 600 tahun lebih dari sebuah perusahaan perkayuan yang ingin menebangnya. Jika belum membaca, simak dahulu kisah inspiratifnya di artikel “Kisah Aktivis Lingkungan Julia Butterfly Hill bersama Pohon Luna (Luna Tree)”. Jika sudah kita lanjutkan saja membacanya :-D.

 

Hidup Julia Butterfly Hill sebelum episode Luna Tree

Jika di masa mudanya, pada usianya yang ke – 24 tahun, dia pernah sangat berjasa untuk menyelamatkan sebuah pohon sampai harus tinggal selama 738 hari, lalu bagaimana kelanjutan perjuangan lainnya untuk menyelamatkan lingkungan? Apakah dia berhenti untuk menjadi aktivis lingkungan dan menjadi soerang warga negara biasa, atau terus berjuang dan semakin memiliki banyak massa sesama pecinta lingkungan untuk terus menyelamatkan lingkungan.

Julia Butterfly Hill berjuang bersama aktivis lingkungan

Sebelum mengarah ke kelanjutan kisahnya setelah tinggal di pohon Sequoia, kita kembali ke awal dia mulai menyelamatkan hutan. Pada awalnya Julia Butterfly Hill adalah seorang warga negara biasa yang hidup dan menitih karir sebagai seorang manajer restoran. Sampai pada akhirnya, suatu hari dia bersama seorang temannya mengendarai sebuah mobil, saat itu Julia yang menyetir. Namun, tiba – tiba saja seorang yang juga mengendarai mobil menabrak mobil Julia. Diduga orang tersebut sedang mabuk berat karena setengah sadar dan mukanya memerah. Sampai akhirnya roda setir pecah dan menembus tulang kepala Julia. Akhirnya, dia dirawat di rumah sakit hampir setahun, karena harus memulihkan saraf di otaknya yang membuatnya sulit untuk berbicara dan berjalan. Peristiwa terjadi pada tahun 1996.

Episode Luna Tree

Dan pada saat dia sudah sembuh, dia berkata yang kira – kira demikian :

“Setelah saya pulih, saya sadar bahwa saya hidup diluar sebuah keseimbangan. Saya telah lulus SMA pada umur 16 tahun, dan tidak ada hentinya bekerja setelah lulus, pertama menjadi seorang pelayan restoran, sampai pada akhirnya menjadi seorang manajer restoran pada usia 18 tahun. Saya terlalu terobsesi pada karis, sukses, dan materi. Tabrakan tersebut menyadarkan saya pentingnya sebuah momen, dan berbuat apapun yang berdampak positif untuk masa depan. Sebuah roda setir yang menempel di kepala saya, baik secara kiasan ataupun harfiah, telah menyetir (mengarahkan) saya pada sebuah arah yang baru dalam kehidupan saya”.

Selama hidup di pohon Sequoia itu, Julia selalu menuliskan setiap kesehariannya dan curahan hatinya, beserta ilmu pengetahuan tentang ekosistem lingkungan. Sampai pada akhirnya, tahun 2000 Julia meluncurkan buku hasil tree-sit (duduk di pohon) miliknya yang berjudul “The Legacy of Luna: The Story of a Tree, a Woman, and the Struggle to Save the Redwoods”.

Perjuangan Julia Butterfly Hill setelah episode Luna Tree

Pada tanggal 16 Juli tahun 2002, Julia terpaksa harus di Quito, Ekuador. Ini karena dia berusaha memprotes pembangunan pipa minyak yang mana membutuhkan hutan awan Andes untuk digusur, padahal banyak sekali jenis – jenis burung langka yang hidup di dalamnya.

Julia Butterfly Hill lawan South Central

Pada tahun 2003, Hill menjadi pendukung pengalihan pajak, Hill menolak pembayaran sekitar $ 150.000 dalam pajak federal. Tetapi dia malah menyumbangkan uang itu untuk program sekolah, seni dan program budaya, kebun masyarakat, program untuk penduduk asli Amerika, alternatif untuk penahanan, dan program perlindungan lingkungan.

Tahun 2006, Julia Hill memprotes penjualan tanah pertanian South Central yang seluas 5,7 hektar untuk dijual kepada pengembang industri.

Julia Butterfly Hill sekarang

Julia pada April tahun 2009, dalam sebuah program wawancara Julia merenungkan dan berkata tentang masa depan lingkungan di seluruh dunia. Dia berkata :

“Kisah dimana saya duduk diatas pohon tahun 1997, merupakan langkah awal saya untuk mulai peduli pada lingkungan, karena saya orang yang berkomitmen untuk tumbuh, untuk mencari tahu dimana akhir saya, peran tersebut sekarang ini terlalu sempit bagi saya. Tapi ini sangat sulit untuk mencari tahu apa yang terjadi pada berikutnya karena ada kenyataan yang harus dibuat di sekitar peran yang saya jalani. Saya tidak ingin mengabaikan peran ini, dan saya telah bisa membantu berbagai komunitas yang sangat saya cintai. Dan pada waktu yang sama, saya mencari masa depan saya, dan itu terlalu mudah untuk tinggal dalam peran dengan diri saya dan membantu dunia ini. Taou saya sadar bahwa ada banyak aspek yang dibutuhkan agar semua ini terwujud.

Lunatree.org online Indonesia mendukung Julia Butterfly Hill

 

Lunatree.org mendukung Julia Butterfly Hill

Sekian tadi kelanjutan kisah Julia Butterfly Hill tentang perjuangannya menyelamatkan lingkungan. Sekian kita rangkum kelanjutan kisahnya, semoga dapat menginspirasi kita semua agar bisa melestarikan hutan kita tercinta. Asal kita tahu saja, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh badan pelestarian hutan internasional pada tahun 2003, bahwa hutan Indonesia merupakan penyumbang gas Oksigen terbesar di dunia. Ini karena luas Nusantara sebagian besar diisi oleh hutan hujan yang begitu luas. Lalu bagaimana dengan sekarang? Apa kita hanya akan diam dan tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan kekayaan alam yang kita miliki sekarang? Ayo kita tiru kisah dari Julia Butterfly Hill yang sampai rela tinggal di pohon selama sekitar 2 tahun hanya untuk menyelamatkan hutan. Sekian, terima kasih.

Kisah Aktivis Lingkungan Julia Butterfly Hill bersama Pohon Luna

Lingkungan memang sejatinya sengaja untuk dibuat salah satunya hanya demi kita, para umat manusia. Lingkungan yang sekarang ini kita tinggali hadir untuk memenuhi berbagai kehidupan manusia, mulai dari untuk makanan dari berbagai tumbuhan yang ada di sekitar kita dan hewan – hewan buruan, kemudian untuk berbagai perabotan rumah tangga yang menggunakan karet alam, besi dari hasil tambang, kayu dari pepohonan di hutan. Dan berbagai kebutuhan lainnya. Itu semua dapat kita manfaatkan untuk menjamin kehidupan manusia di dunia ini.

Namun perlu kita ketahui juga, bahwa selain kita ambil manfaatnya dari alam, kita juga harus merawat dan menjaganya. Tanpa merawat lingkungan kita, dan menjaganya agar tidak rusak dan habis, lalu siapa lagi yang akan melakukan semua itu? Sadarkah kita bahwa kita sendirilah yang membuat alam itu rusak, membuat alam dan lingkungan kita menjadi tak terawat, setelah mengambil keuntungan dari alam, lalu alam kita biarkan. Sama seperti kata peribahasa “habis manis sepah dibuang”. Itulah kata yang cocok yang menggambarkan kita sebagai umat manusia.

Berbagai bencana telah timbul karena ulah manusia yang tidak peduli pada alam. Seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, perubahan iklim, pemanasan global. Dan siapa yang terkena dampaknya kalau bukan kita sendiri yang merasa terugikan juga. Maka dari itu, mari kita rawat dan mulai selamatkan kehidupan alam ini.

Kisah Inspiratif Julia Butterfly Hill

 

Termasuk salah satu kisah inspiratif yang datang dari seorang pemudi asal Amerika Serikat. Dia rela mengabdikan sebagian hidupnya hanya demi menyelamatkan sebuah pohon tua yang usianya ratusan tahun.

Julia Butterfly Hill Inspiratif

Namanya adalah Julia Butterfly Hill, atau akrab dipanggil Luna. Dia adalah seorang pemudi yang merupakan aktifis penyelamat lingkungan di Amerika Serikat. Lahir pada tanggal 18 Februari 1974.

Pada tanggal 10 November 1997, ketika usianya menginjak 24 tahun dia menemukan sebuah pohon berukuran raksasa yang ada di dalam Redwood National Park (taman nasional pohon Redwood). Pohon itu adalah pohon Sequoia yang termasuk jenis California Redwood, dimana pohonnya terlihat merah namun usianya sudah sekitar 600 tahun lebih. Tingginya sudah mencapai 115,5 meter dari atas permukaan tanah. Pohon ini merupakan salah satu jenis Redwood tepi pantai yang terkenal sangat tinggi , pepohonan ramping yang tinggi menjulang ini tumbuh di sepanjang garis pantai berkabut di California, Amerika Serikat.

Perjuangan Julia Butterfly Hill

 

Yang dilakukannya adalah ingin menjaga agar pohon yang sudah berusia ratusan tahun itu nantinya tidak ditebang begitu saja. Ini karena setelah hidup dan tumbuh selama ratusan tahun, pohon itu telah menjadi sebuah tempat yang bisa dihidupi makhluk hidup lain. Mulai dari lumut, serangga, dan hewan serta tumbuhan lain hidup di sekitar dan di pohon itu sendiri. Pohon yang usianya sudah sangat tua tersebut merupakan sebuah “pusat” kecil dari eksosistem di hutan itu.

Perjuangan Julia Butterfly Hill

Maka untuk mencegah hal buruk terjadi pada pohon California Redwood tersebut, Julia lalu memanjat pohon tersebut dan tinggal disana. Dia tinggal di atas pohon dan turun untuk melakukan hal lain, yang asal dia tidak meninggalkan pohon itu. Dia tinggal selama 738 hari di pohon Redwoood itu sampai pada tanggal 18 Desember 1999. Orang – orang pada waktu itu mengira bahwa Julia adalah orang gila yang tidak memiliki rumah.

Julia mengklaim bahwa perusahaan perkayuan Pacific Lumber Company, yaitu sebuah perusahaan yang ingin menebang berbagai pepohonan di Redwood National Park (termasuk pohon California Redwood yang ingin dilindungi Julia), per tahunnya bisa meraup keuntungan bersih hingga US$ 270 Milyar. Sedangkan, mereka tidak peduli pada akibat yang ditimbulkan dari gangguan ekosistem tersebut, dan tanpa adanya reboisasi.

Sampai pada akhir perjuangannya pada 18 Desember 1999, dia meninggalkan pohon tersebut dan akhirnya pohon tersebut terselamatkan dari penebangan pohon. Sampai pada akhirnya, penduduk memberi nama pohon itu sebagai pohon “Luna”.

Nah, itu tadi sedikit kisah inspiratif tentang penyelamatan alam. Tanpa adanya kita yang bertindak, lalu siapa lagi? Semoga kisah inspiratif diatas dapat menjadi motivasi bagi kita untuk mulai merawat dan memperhatikan alam. Semoga artikel ini bermanfaat.

 


Tribut kepada Julia Butterfly Hill

 

Julia Butterfly Hill dan Luna Tree

 

Julia Butterfly Hill wanita kelahiran 18 Februari 1974 adalah seorang pejuang environmental terkenal asal amerika. Julia Butterfly Hill sering dipanggil Luna dikenang karena perjuanga,  usaha keras dan keberanian dalam melindungi sebuah pohon. Pohon jenis Sequoia tipe California Redwood itu berumur 1500 tahun lebih. Umur pohon itu diperkirakan berdasar perbandingan lingkar umur pohon serupa yang ditebang.

Julia Butterfly Hill

Julia Butterfly Hill berjudi menyelamatkan lingkungan

 

Menjulang dengan tinggi 180 kaki, pohon tersebut mau ditebang oleh perusahaan kayu bernama Pacific Lumber Company. Julia menolak dan melindungi pohon itu dengan menginap di “atas” pohon selama 738 hari. Dimulai dari tanggal 10 desember 1997 aksi Julia diliput oleh banyak media massa. Aksi ini berakhir juga  pada 18 Desember 1999, cukup lama yaitu 2 tahun. Pohon ini akhirnya dikenal dunia dengan nama Luna Tree atau Pohon Luna.

Siapa sebenarnya Julia Butterfly Hill

 

Ayah Julia Butterfly Hill adalah seorang pengkotbah yang sering berkeliling dan berpindah pindah. Julia kecil berpindah tempat mengikuti sang ayah. Julia bersama sang ayah (Dale), Ibu (Kathy) dan dua saudara laki (Mike dan Dan) tinggal di dalam Camper berukuran 32 kaki. Julia kecil suka bertualang di sungai dekat tempat camper mereka berkemah. Saat dia berusia tujuh tahun dalam sebuah perjalanan hiking ada seekor kupu kupu yang hinggap di jari Julia. Kupu kupu itu terus bersama dia selama perjalanan itu sehingga dia mendapat julukan ” Butterfly“. Julukan ini lekat dan dipakai Julia seumur hidupnya.

Julia's Butterfly

Di sekolah kelas menengah, keluarga Julia Butterfly Hill berhenti berpindah pindah dan menetap di Jonesboro, Arkansas. Julia hampir meninggal dunia saat berumur 22 tahun akibat kecelakaan mobil. Julia saat itu sedang menyetir dan mengantar teman dia yang sedang minum alkohol. Mobil Julia ditabrak dari belakang oleh pengemudi truk yang mabuk. Setir mobil menembus tengkorak Julia. Kejadian ini menyebabkan Julia perlu 1 tahun terapi intensif sebelum ia bisa berjalan dan bicara seperti sebelum.

As I recovered, I realized that my whole life had been out of balance…I had graduated high school at 16, and had been working nonstop since then, first as a waitress, then as a restaurant manager. I had been obsessed by my career, success, and material things. The crash woke me up to the importance of the moment, and doing whatever I could to make a positive impact on the future.The steering wheel in my head, both figuratively and literally, steered me in a new direction in my life.

Terjemahan:

“Saat saya siuman, saya sadar bahwa hidup saya telah tidak terkontrol. Saya lulus SMA umur 16 dan bekerja tanpa henti sejak itu. Saya bekerja sebagai pelayan restoran, kemudian sebagai manajer restoran. Saya terobsesi dengan karir dan hal hal duniawi. Kecelakaan mobil itu membuat saya sadar seberapa penting hidup di saat ini dan melakukan hal positif untuk masa depan. Setir mobil di kepala saya secara langsung telah mengemudikan hidup saya ke arah baru”

Julia Butterfly Hill kemudian mejalani perjalanan spiritual. Salah satunya menempatkan dia dalam perjudian melindungi lingkungan melawwan kehancuran hutan di Humboldt County, California.

Hidup di atas pohon Luna Tree

Setelah kecelakaan mobil, Julia Butterfly Hill menjalani perjalanan spiritual di California dan bergabung dengan aktivitas untuk menyelamatkan hutan. Grup penyelamat hutan ini bergantian setiap beberapa hari untuk tinggal di pohon untuk mencegah pohon Giant Redwoods ditebang. Penebang pohon pohon tersebut adalah perusahaan kayu bernama  Pacific Lumber Co. Grup ini ingin seseorang tinggal di pohon selama 1 minggu. Berhubung tidak ada yang mau tinggal selama itu, Julia akhirnya terpilih atau “memilih” diri sendiri untuk melakukannya.

Pohon Giant Redwood

 

Pada awalnya tidak ada badan atau organisasi resmi yang mendukung Julia. Julia Butterfly Hill berjuang seorang diri. Tak lama Julia mendapat dukungan dari Earth First dan organisasi serta sukarelawan lain. Pada tanggal 10 Desember 1997, Julia menaiki pohon Redwood setinggi 55 meter. Pohon ini akan dikenal dunia dengan nama Luna Tree.

Julia judi melawan kehancuran alam
Julia tinggal di atas Luna

Julia tinggal di atas platform berukuran 3,24 meter persegi (1,8 x 1,8 meter) selama 738 hari. Batang Luna menjadi tempat Julia berolahraga. Julia belajar banyak ilmu bertahan hidup seperti tidak mencuci kaki karena getah pohon membuat dia tidak licin saat berjalan di dahan Luna Tree.Julia Butterfly Hill menggunakan telpon genggam tenaga surya untuk menjawab wawancara dengan stasiun TV. Dia juga mendorong kru TV untuk menentang penebangan liar.

Julia dengan telpon genggam tenaga surya


Julia tinggal di atas Luna

Julia menjadi satu dengan pohon itu. Kerap dia menggunakan tali untuk mengambil barang keperluan hidup dan bekal dari pendukung nya. Saat tidur dia membalut penuh tubuhnya dengan sleeping bag dan menyisakan sedikit lubang untuk bernafas. Hidup tampak sulit dengan banyaknya bahaya dari alam seperti suhu yang sangat dingin dan hujan lebat. Selain cobaan alam banyak gangguan manusia yang dihadapi Julia Butterfly Hill. Helicopter, serangan petugas keamanan perusahaan penebang, dan intimidasi dari penebang hutan.

Akhir dari kisah Luna Tree


Masalah akhirnya terpecahkan. Pada 1999 perusahaan penebang itu akhirnya setuju untuk tidak menebang Luna. Sebagai ganti Julia Butterfly Hill setuju untuk turun dan meninggalkan pohon itu. Selain itu, uang 50,000 USD yang dikumpulkan Julia dan aktivis lain diserahkan ke perusahaan penebang itu. Uang itu kemudian disumbangkan untuk Humboldt State University sebagai persetujuan untuk riset kelangsungan hidup hutan rimba.

Sayangnya, beberapa perusak kemudian mencoba menebang Luna Tree dengan gergaji. Luka besar terhadap Luna Tree ditemukan di November 2000 oleh salah satu pendukung Julia Butterfly Hill. Luka itu cukup dalam, 81 cm dalam dan 5,8 meter di sekitar akar pohon, kurang dari separuh lingkar pohon. Untungnya luka itu dirawat dengan obat obat alami dan kabel baja digunakan untuk menjaga pohon agar tetap stabil. Pohon itu terakhir dilaporkan pada musim semi 2007 dalam keadaan sehat dan terus tumbuh.

Luna Tree dalam perawatan kabel baja

 

Situs Lunatree.org bermaksud melanjutkan perjuangan environmental activist atau aktivis lingkungan hidup sedunia dalam perjudian melawan kehancuran. Dunia hanya satu dan apabila tidak kita rawat sama saja kita taruhan dengan masa depan generasi manusia. Dukung terus situs online terpercaya ini dan nantikan artikel berikut